Piala Dunia 2026 tidak hanya soal pertandingan di lapangan; ajang ini juga menjadi panggung bagi gelombang kolaborasi lintas industri. Tren kolaborasi blokecore—yang menggabungkan elemen blok warna, nostalgia, dan gaya jalanan—muncul kuat lewat sejumlah rilisan yang dirancang bertepatan dengan turnamen.

Dalam kilas balik ini, kami mengulas enam proyek kolaboratif yang paling menonjol selama kompetisi: mulai dari reinterpretasi siluet ikonik hingga merchandise edisi terbatas yang berperan sebagai objek budaya pop. Tiap proyek menampilkan cara berbeda merek dan kreator memadukan identitas sepak bola dengan bahasa fashion dan hiburan.
Kolaborasi blokecore dan nostalgia stadion
Salah satu kolaborasi yang paling banyak dibicarakan menghadirkan kembali siluet sepatu klasik ke ranah streetwear. Koleksi T90 yang diinterpretasi bersama Cactus Jack dan Nike mengangkat estetika awal 2000-an ke produk modern. Rangkaian itu meliputi sepatu bola performa dan versi kasual, serta pakaian bertanda Cactus Jack yang mengusung potongan oversized dan grafis mencolok.
Fokus koleksi adalah sepatu T90 berwarna tanah yang menonjolkan reverse Swoosh khas Travis Scott, plus tracksuit pemanasan dan jersey bergaya longgar. Kombinasi ini memberi nuansa jembatan antara warisan stadion dan subkultur streetwear Houston, tanpa meninggalkan referensi pada akar performa produk.
Jersey bertema musik dan estetika pop Jepang
Kolaborasi Ado dengan adidas menerjemahkan identitas musikal dan visual penyanyi tersebut ke dalam jersey replika kandang Tim Nasional Jepang 2026. Versi replika ini mempertahankan basis tradisional “Samurai Blue” namun memperkaya permukaan kain dengan motif digital yang halus—menyiratkan sentuhan anime yang kerap muncul dalam dunia artistik Ado.
Selain motif kain, koleksi menyertakan lambang khusus dan tipografi angka pemain yang dibuat eksklusif. Hasilnya adalah perpaduan antara kebanggaan nasional dan estetika pop—produk yang menjangkau penggemar sepak bola sekaligus penikmat musik dan budaya visual Jepang.
Anime bertemu apparel sepak bola
Kolaborasi lain yang menggabungkan budaya populer dan identitas suporter adalah proyek antara Kappa dan Naruto Shippuden, yang dirilis bekerja sama dengan retailer Courir. Kapsul ini mengadaptasi ikonografi shinobi ke dalam seragam sepak bola siap pakai, dengan desain berwarna cerah yang mudah dikenali.
Salah satu sorotan adalah jersey tandang terinspirasi Akatsuki, menampilkan pola awan merah di atas dasar hitam, serta jersey kandang yang mengacu pada Hidden Leaf Village. Sentuhan khas Kappa terlihat pada deretan logo Omini yang menghias lengan, memberikan keseimbangan antara elemen anime dan praktik desain sportswear.
Merchandise edisi kolektor dan produk bertema nostalgia
Raksasa makanan cepat saji ikut meramaikan momentum dengan menghidupkan kembali program gelas koleksi mereka dalam versi bertema Piala Dunia. Koleksi gelas edisi terbatas tersebut diproduksi dalam beberapa varian, termasuk tumbler kaca bernuansa retro yang memuat grafis turnamen dan logo Golden Arches.
Kolaborasi ini melibatkan sejumlah seniman global dan entitas sepak bola, sehingga menghasilkan variasi desain yang menjadi incaran kolektor. Kehadiran kembali gelas koleksi menunjukkan bagaimana barang-barang sederhana bisa berubah wujud menjadi artefak budaya saat dipadukan dengan hype dan identitas acara besar.
Fesyen pemain bintang dan estetika premium
Kith bekerja sama dengan adidas Football untuk menghadirkan koleksi yang menghormati Lionel Messi. Kapsul ini mengambil perlengkapan suporter tradisional dan mengangkatnya ke kategori lifestyle premium: tracksuit berpotongan rapi, kaus berbahan khusus, serta alas kaki yang dirancang untuk tampilan kasual mewah.
Salah satu item unggulan adalah jersey bernomor 10 bergaya Argentina yang diberi penanda Kith, plus versi suede dari adidas Samba yang dirancang secara khusus. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana merek streetwear menterjemahkan warisan pemain besar menjadi produk bernilai fashion tinggi.
K-pop, avant-garde, dan interpretasi nasional
Proyek PEACEMINUSONE bersama Nike, dibawa oleh G-Dragon, memperlihatkan pendekatan lain terhadap kolaborasi timnas. Koleksi yang memuat tema “Tigers of Asia” menghadirkan jersey kandang dan tandang Korea Selatan dengan motif daisy khas label, serta pilihan warna mencolok untuk sepatu Cryoshot.
Perpaduan antara estetika avant-garde dan fungsi atletik pada koleksi ini menegaskan kecenderungan kolaborasi modern: tidak lagi sekadar merchandise, melainkan pernyataan gaya yang melintasi batas performa dan fashion. Hasilnya, skuad nasional tampil berbeda di lapangan sekaligus memberi penggemar produk yang kuat identitasnya.
Secara keseluruhan, enam kolaborasi ini menangkap gelombang kreatif yang muncul di sekitar Piala Dunia 2026. Mereka memperlihatkan bagaimana warisan olahraga, budaya pop, dan strategi merek bisa saling bertemu, menghasilkan produk yang berbicara kepada suporter, kolektor, dan pengikut mode sekaligus.
Baca juga berita lainnya:
