Menjelang babak-babak penting Piala Dunia 2026, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memilih momentum pertandingan untuk semakin dekat dengan warga. Dalam kegiatan nobar Rusun KS, Maruarar hadir bersama penerima manfaat Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto, memadukan suasana olahraga dengan ajang berdialog.

Selain menikmati laga sepak bola, kesempatan nonton bareng itu dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga penghuni rusun. Langkah ini melanjutkan rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di kawasan lain sebagai bagian dari pendekatan langsung kepada masyarakat penerima program perumahan.
Nobar Rusun KS Tubun: suasana dan interaksi
Suasana nonton bareng di Rusun KS Tubun berjalan hangat dan penuh keceriaan. Warga berkumpul untuk menyaksikan pertandingan Argentina melawan Inggris, sementara pertemuan itu memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan hal-hal terkait kehidupan bermukim. Kehadiran Maruarar di tengah kegiatan membuat dialog berjalan lebih informal, sehingga aspirasi dapat diterima secara langsung.
Kegiatan nonton bareng bukan sekadar menonton pertandingan; ia juga berfungsi sebagai wadah pertemuan antara pembuat kebijakan dan masyarakat penerima manfaat. Dalam format yang santai, diskusi dapat berlangsung tanpa formalitas yang kaku, sehingga memudahkan warga untuk mengutarakan kebutuhan dan harapan mereka.
Hubungan dengan Program 3 Juta Rumah
Acara itu melibatkan para penerima manfaat Program 3 Juta Rumah, inisiatif yang menjadi rujukan bagi pemerintah dalam menyediakan hunian. Kehadiran pejabat kementerian di lokasi menunjukkan upaya untuk memastikan program berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengecek implementasi program sekaligus mengumpulkan umpan balik langsung dari penghuni.
Dengan melibatkan warga penerima manfaat secara langsung, pembuat kebijakan memiliki kesempatan untuk mendengar kendala praktik, harapan perbaikan, serta masukan mengenai layanan dan lingkungan hunian. Bentuk komunikasi seperti ini dianggap efektif karena menggabungkan pendekatan formal dan nonformal dalam satu wadah.
Langkah lanjutan setelah nobar
Usai kegiatan nonton bareng, aspirasi yang terkumpul menjadi bahan bagi pihak terkait untuk menimbang langkah-langkah tindak lanjut. Pertemuan semacam ini sering dijadikan pijakan untuk melakukan kajian lebih jauh terhadap kebutuhan perbaikan fasilitas atau layanan di lokasi hunian, meski detail teknis dan keputusan akhir tetap memerlukan proses administrasi dan verifikasi lebih lanjut.
Penting bagi penyelenggara untuk menindaklanjuti setiap aspirasi dengan terbuka mengenai waktu dan mekanisme penyelesaian, sehingga warga merasa partisipasinya direspons secara nyata. Forum nonton bareng membuka jalur komunikasi yang dapat diperkuat lewat pertemuan berikutnya atau mekanisme pengaduan resmi.
Kegiatan serupa di wilayah lain
Momentum Piala Dunia juga dimanfaatkan untuk kegiatan serupa di kawasan lain. Sebelumnya, Maruarar menggelar nobar pertandingan Spanyol melawan Belgia bersama warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada hari Sabtu. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan pola pendekatan yang konsisten: memanfaatkan event olahraga besar sebagai medium untuk bertemu dan berdialog dengan warga penerima program perumahan.
Strategi ini dinilai mampu menjembatani komunikasi yang lebih cair antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menghadirkan suasana yang lebih akrab dibanding pertemuan formal. Dengan cara demikian, pihak kementerian berharap aspirasi warga dapat dihimpun secara lebih luas dan solusi yang diambil relevan dengan kondisi di lapangan.
Penyelenggaraan nobar di Rusun KS Tubun menegaskan bahwa kegiatan publik bernuansa hiburan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tata kelola perumahan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Kehadiran pejabat di tengah warga membantu menciptakan dialog dua arah yang konstruktif, sekaligus memperlihatkan komitmen untuk mendengarkan suara penghuni secara langsung.
Baca juga berita lainnya:
