Jose Mourinho secara tegas menyebut Inter sebagai “Inter terbaik Italia” setelah pertandingan Liga Champions yang mempertemukan timnya dengan wakil dari Kota Mode di Santiago Bernabeu. Kekalahan 1-2 yang dialami timnya tidak mengurangi kekaguman sang pelatih terhadap kualitas Nerazzurri.

Pujian itu muncul menyusul pertandingan Rabu (9/9/2026) di mana Real Madrid menang berkat gol Kylian Mbappé dan Federico Valverde, sementara Inter memperoleh satu gol balasan lewat Carlos Augusto. Mourinho juga menekankan bahwa Real masih berada dalam tahap pembangunan karena dirinya baru kembali ke kursi kepelatihan klub ibu kota itu.
Alasan Mourinho Sebut Inter Terbaik Italia
Dalam pernyataannya usai laga, Mourinho memuji konsistensi dan kualitas permainan Inter dalam beberapa musim terakhir. Ia menilai Nerazzurri berada di level tertinggi kompetisi domestik, sebuah penilaian yang didasari oleh raihan gelar dan performa stabil klub tersebut.
“Mereka adalah tim papan atas dan sejauh ini merupakan tim terbaik di Italia,” kata Mourinho, menegaskan apresiasinya kepada lawan yang baru dihadapinya di Bernabeu. Pernyataan itu sekaligus mengakui dominasi Inter dalam beberapa musim terakhir, tanpa mengurangi sorotannya terhadap tantangan yang dihadapi tim asuhannya sendiri.
Jalannya Pertandingan di Bernabeu
Pertandingan berlangsung ketat antara dua klub dengan ambisi besar. Real Madrid keluar sebagai pemenang dengan dua gol yang dicetak oleh Kylian Mbappé dan Federico Valverde, sementara Inter mampu memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Carlos Augusto.
Gol-gol tersebut memastikan skor akhir 2-1 untuk keunggulan tuan rumah, namun hasil itu tidak mengubah pandangan Mourinho terhadap kekuatan lawan. Meski kalah, Real menampilkan respons dan beberapa peluang yang membuat pertandingan tetap berlangsung intens sampai peluit akhir.
Catatan Dominasi Inter di Serie A
Mourinho merujuk pada catatan domestik Inter saat memberi pujian. Dalam beberapa musim terakhir, Inter menunjukkan tren positif di Serie A yang membuat mereka sering dianggap sebagai penguasa kompetisi domestik.
Secara khusus, catatan juara menunjukkan bahwa Inter berhasil meraih gelar sebanyak tiga kali dalam enam musim terakhir. Pencapaian itu menjadi dasar kuat bagi klaim bahwa mereka merupakan salah satu kekuatan dominan di Italia saat ini.
Sikap Mourinho soal Kondisi Real
Di samping memuji Inter, Mourinho juga menegaskan bahwa proyek kepelatihannya bersama Real masih dalam tahap awal. Kepulangan sang pelatih ke klub ibu kota belum sepenuhnya menuntaskan kebutuhan pembangunan tim, sehingga hasil di Bernabeu menurutnya belum mencerminkan akhir dari proses tersebut.
“Kami masih dalam proses pembangunan karena saya baru kembali ke klub ini,” ujarnya, menggarisbawahi perlunya waktu dan pekerjaan untuk menyatukan visi taktik serta skuat agar bisa bersaing di level tertinggi. Pernyataan itu juga memberi konteks mengapa Mourinho bersikap realistis meski menghadapi tim kuat seperti Inter.
Pujian kepada Inter sekaligus menjadi pengakuan atas kualitas kompetisi domestik Italia yang terus menghasilkan tim-tim kuat. Bagi Real, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi dalam upaya mempercepat proses pembangunan yang disebut sang pelatih.
Pertemuan kedua klub itu di panggung Eropa sekaligus menegaskan bahwa perbandingan kekuatan klub tidak selalu terpaut pada hasil satu pertandingan. Mourinho memilih memberi kredit kepada lawan sembari menyoroti kebutuhan Real untuk terus berkembang menghadapi musim yang masih panjang.
Dengan hasil di Bernabeu, sorotan kini beralih pada kelanjutan persaingan di liga dan kompetisi Eropa, di mana klaim-klaim mengenai siapa yang terbaik di Italia maupun Eropa akan terus diuji dalam laga-laga berikutnya.
Baca juga berita lainnya:
