Enzo Maresca menyadari target juara Man City setelah resmi ditunjuk menggantikan Pep Guardiola pada musim panas ini; ia diikat kontrak tiga tahun dan tahu tekanan untuk meraih gelar sangat besar.

Maresca mengambil alih dari Guardiola yang selama satu dekade membawa klub itu meraih 20 trofi, sehingga ekspektasi tinggi menjadi bagian dari tugasnya, apalagi tim gagal menjadi juara Premier League dalam dua musim terakhir meski diperkuat pemain seperti Erling Haaland.
Target Juara Man City Jadi Beban dan Motivasi
Maresca mengakui bahwa kewajiban meraih trofi adalah bagian tak terpisahkan dari jabatan pelatih di klub sebesar ini. “Saya di sini mengerti ini adalah klub yang harus juara,” katanya, menunjukkan kesadaran atas tekanan yang mengiringi langkahnya.
Tantangan Mengisi Kursi Pep Guardiola
Menggantikan pelatih yang selama sepuluh tahun mengumpulkan 20 trofi jelas menjadi tantangan besar. Maresca datang dengan kontrak tiga tahun dan menyadari warisan yang ditinggalkan Guardiola turut menaikkan standar penilaian terhadapnya.
Fokus pada Perkembangan Pemain dan Kerja Harian
Alih-alih menjanjikan gelar pada waktu tertentu, Maresca menegaskan pendekatan yang lebih bertumpu pada proses. “Saya berpikir soal masa kini, besok, 20 pemain muda dan bagaimana kami bisa berkembang, kemudian kita lihat saja dari hari ke hari,” ujarnya.
Pendekatan tersebut menempatkan perhatian pada pengembangan skuad, terutama pemain muda, serta perbaikan berkelanjutan dalam rutinitas latihan dan pertandingan sebagai langkah menuju target juara.
Rekam Jejak di Leicester dan Chelsea
Pelatih baru itu juga menyinggung pengalaman sebelumnya saat bekerja di Leicester dan Chelsea, yang menurutnya pernah mempersembahkan gelar. Maresca menyatakan ia datang ke Man City dengan kesadaran bahwa merebut trofi adalah tujuan utama, namun tetap menekankan pentingnya pembangunan tim secara bertahap.
Baca juga berita lainnya:
